Happy New Year 2023

Antisipasi Ancaman Keamanan Online 2023 Menurut Antivirus Avast yang Perlu Diwaspadai

Avast merupakan salah satu software antivirus gratis terbaik yang cukup terkenal di kalangan pengguna komputer dan juga perangkat mobile.

Bukan tanpa alasan, Avast sudah beberapa kali mendapatkan penghargaan sebagai salah satu software antivirus komputer terbaik di dunia, bersanding dengan AVG, Avira dan antivirus populer lainnya.

Prediksi Antivirus Avast Mengenai Ancaman Siber 2023

Sebagai salah satu perusahaan yang bergerak di bidang keamaan siber (cyber security), Avast dengan rutin melakukan riset untuk mempelajari berbagai macam jenis virus, malware, spyware maupun berbagai ancaman keamanan siber lainnya agar tetap up to date untuk menangkal dan menangani berbagai serangan virus dan malware.

Yang menarik, pada hari ditulisnya artikel ini, kami mendapatkan notifikasi yang berisi info singkat mengenai prediksi Avast terhadap ancaman keamanan online di tahun 2023 ini.

Kami rasa, informasi dari Avast ini bisa cukup berguna untuk mengingatkan para pengguna, termasuk kita.

Nah, apa saja kah ancaman keamaan online yang perlu kita waspadai di tahun 2023 menurut Avast? Berikut informasinya:

Antisipasi Meningkatnya Serangan Ransomware dan Penipuan Online (Scam)

Menurut Avast, para pengguna perlu waspada dengan kemungkinan meningkatnya serangan ransomware yang menargetkan individu ataupun bisnis secara global.

Ransomware adalah jenis malware yang mengenkripsi file-file pada komputer korban dan meminta tebusan untuk mendapatkan kunci dekripsi (decryptor).

Korban biasanya diberikan waktu tertentu untuk membayar tebusan sebelum file-file tersebut dihapus atau diteruskan kepada pihak ketiga.

Ransomware dapat menyebar melalui berbagai cara seperti melalui email phishing, exploit kit, atau melalui perangkat yang tidak aman.

Selain ransomware, tindakan penipuan atau scam juga perlu kita waspadai, metode penipuan seperti phishing, vhishing, smishing, dan sebagainya memang sangat meresahkan.

  1. Phishing adalah bentuk penipuan yang menjebak korbannya untuk mendapatkan informasi pribadi. Biasanya para penipu menyamar sebagai entitas yang dipercayai. Phishing bisa dilakukan melalui banyak cara, bisa menjebak melalui pesan teks, telepon, link, email dan masih banyak lagi
  2. Vhishing (Voice phishing) adalah bentuk penipuan yang umumnya mengelabui korban melalui panggilan telepon, ada banyak sekali modusnya, mulai dari mendapatkan data pribadi, meminta tebusan, menjebak korban untuk mentrasfer sejumlah uang ke rekening penipu, meminta dikirimi pulsa, dan masih banyak lagi.
  3. Sedangkan Smishing adalah bentuk penipuan yang menggunakan pesan teks seperti SMS, modusnya bisa dengan mengirim link yang mengarah ke website yang berisi malware, mendapatkan informasi pribadi, ataupun menyebar malware.

3 Cara Melindungi Komputer dari Ancaman Ransomware

Berikut ini 3 cara umum yang bisa kita lakukan untuk menghindari serangan ransomware:

  1. Selalu perbarui/update software di perangkat kamu. Pastikan untuk selalu memperbarui perangkat lunak (software) dan antivirus ke versi paling baru. Karena umumnya developer sudah menutup celah keamaan yang sudah diketahui sebelumnya.
  2. Berhati-hati ketika mengakses link/website/email. Para penipu biasanya memanfaatkan platform seperti, email, media sosial dan aplikasi messaging untuk menyebarkan link penipuan yang mengarah ke website palsu untuk mencuri informasi pribadi seperti password pada akun tertentu.
  3. Pastikan memiliki backup data cadangan. Ransomware biasanya memblokir akses ke folder dan file-file penting di komputer pengguna. Untuk itu, akan lebih baik jika kita memiliki backup data di media lain yang aman sebagai antisipasi, dengan begitu resiko dari kehilangan data pun bisa lebih diminimalisir.

Tips Agar Terhindar dari Penipuan Online (Scam & Phishing)

Menurut Avast, penipuan online tidak hanya membanjiri inbox pada email saja, tetapi juga sering kali “memborbardir” orang-orang melalui aplikasi perpesanan (WhatsApp, Telegram, SMS, dsb), atau melalui panggilan telepon atau juga dengan taktik “rekayasa sosial” untuk memangsa korbannya.

Apa hal yang bisa kita lakukan?

  1. Lakukan riset secara mandiri. Tidak peduli seberapa mendesak kebutuhanmu untuk mendapatkan item atau mengakses layanan tertentu, lakukanlah riset terlebih dahulu. Cari tahu dengan membaca detail informasi yang tertera pada halaman website, seperti persyaratan layanan, kebijakan privasi dan lihat juga review atau testimoni dari setiap pengguna. Terutama jika kamu ingin berbelanja online atau login ke website yang berisi data sensitif pribadi atau finansial.
  2. Khusus untuk di opsi kedua ini, kami rasa bisa disesuaikan dengan kemampuan masing-masing. Jika ingin melakukan pembayaran melalui rekening bank, kartu debit, atau kartu kredit pastikan kamu sudah memverifikasinya terlebih dahulu agar dana yang dikirim tidak salah masuk ke rekening penipu.
  3. Gunakan password dan sistem keamanan dua langkah 2FA (two-factor authentication). Pastikan kamu memiliki kombinasi password yang kuat untuk menghindari teknik pembobolan dengan metode brute force atau menebak tanggal lahir. Gunakan password minimal 8 digit, dengan kombinasi huruf, angka, kapital dan juga simbol. Jika suatu website menyediakan 2FA, maka aktifkan saja, terutama yang menyangkut dengan finansial, seperti bank, kripto dan lain-lain dengan menggunakan Google Authenticator.

Kesimpulan

Nah, itulah dia beberapa tips singkat dari perusahaan antivirus Avast untuk menghindari ransomware dan juga penipuan online seperti scam dan phishing. Sederhana, namun cukup berguna.

Semoga bermanfaat.

Leave A Reply

Your email address will not be published.