Software Open Source yang Gratis Ini Dulunya Adalah Closed Source

Ketika suatu software berlisensi open source, artinya sumber kode-kode programnya bersifat terbuka, dan siapa saja boleh untuk melihat source code dan memodifikasinya.

Sedangkan kebalikan dari open source, adalah closed source, yang sumber kode programnya tertutup dan hanya pemilik atau si pembuat software tersebutlah yang mengetahui kode-kode programnya.

Biasanya, closed source ini disebut juga sebagai proprietary software.

Namun apakah kamu pernah mengira, kalau beberapa software open source yang gratis ini, dulunya adalah software berbayar dengan hak kepemilikan tertentu (proprietary/closed source). Berikut ulasannya:

Mozilla Firefox

Kembali ke tahun 1990-an, dimana pada saat itu teknologi internet masih baru dan belum bisa dinikmati banyak orang. Pada masa itu, web browser yang paling populer adalah Netscape Navigator, yang merupakan software yang bersifat proprietary.

Namun pada saat itu muncul browser pesaing baru buatan Microsoft yang bernama Internet Explorer. Hingga akhirnya, Netscape Navigator pun “mati” kalah bersaing dengan Internet Explorer di tahun 2000-an, yang berujung pengembangan dari Netscape resmi dihentikan pada tahun 2008.

mozilla-firefox

Disamping itu juga perusahaan dari Netscape membuat program Netscape Communicator suite, yang kemudian digunakan oleh Mozilla sebagai basis pengembangan untuk web browser buatannya yang bernama Pheonix.

Namun karena mengalami tekanan merek dagang, Mozilla pun mengubah nama Pheonix menjadi Firebird. Hingga akhirnya dengan alasan tertentu, mereka mengubah lagi nama Firebird menjadi Firefox.

LibreOffice

Pengguna sistem operasi Linux pasti kenal dengan software yang satu ini.

LibreOffice saat ini merupakan alternatif dari Microsoft Office yang dapat digunakan secara gratis. Kebanyakan sistem operasi Linux menyertakan aplikasi perkantoran ini sebagai aplikasi office bawaan.

libreoffice

Namun tahukah kamu sejarah awal dari pengembangan LibreOffice sebelum jadi open source seperti sekarang ini?

Dimulai sebagai software berkepemilikan (proprietary software) pada tahun 1985 dengan nama StarWriter yang merupakan bagian dari StarOffice yang dikembangkan oleh perusahaan StarDivision.

Kemudian pada tahun 1999, perusahaan ini diakuisisi oleh Sun Microsystems. Setelah diambil alih, Sun Microsystems pun menjadikannya open source dan mengubah nama StarWriter menjadi OpenOffice.

Pada tahun 2010, Sun Microsystems diakuisisi oleh perusahaan Oracle. Namun ternyata ada pengguna OpenOffice yang tidak senang dengan riwayat dan reputasi Oracle sebagai software developer.

Hingga akhirnya pengguna yang tidak senang dengan Oracle,  memutuskan untuk mengembangkan software sendiri yang basisnya diambil dari source code yang sama dengan OpenOffice, yang kemudian mereka rilis dengan nama baru, yang dikenal sekarang ini sebagai LibreOffice.

Blender

Banyak film animasi populer yang karakter animasinya dibuat dengan menggunakan software Blender.

Ya, Blender adalah software 3D creation. Yang bahkan sering digunakan juga dalam industri game.

blender-animation

Hal ini juga menjadi bukti, bahwa software open source yang gratisan pun juga cukup powerfull. Bahkan bisa saja lebih baik dari pada software berbayar.

blender-object-3d-modeling

Namun ternyata sebelum digratiskan seperti sekarang, Blender dulunya adalah software berbayar (shareware).

Blender mulai dirilis pada tahun 1995 sebagai software untuk membuat animasi. Kemudian pada tahun 1998 Blender mulai dikomersilkan sebagai software berbayar (shareware).

Namun entah karena angka penjualan yang rendah di pasaran atau karena memang iklim ekonomi yang tidak menguntungkan bagi perusahaan, akhirnya pengembangan Blender ditutup pada tahun 2001.

Melihat akan hal ini, pengembang dari Blender tidak ingin Blender menghilang begitu saja. Akhirnya ia memutuskan untuk menggalang dana, apabila terkumpul €100,000, maka Blender akan dibuat menjadi open source.

Dan benar saja, target pengumpulan dana tercapai, dan hanya dalam beberapa bulan setelahnya, Blender dijadikan sebagai software open source dan dapat digunakan secara gratis. Hingga kini, Blender sangat populer dan punya banyak komunitas aktif yang menggunakannya.

.NET Framework

Pengguna sistem operasi Windows pasti tidak asing mendengar kata “.NET Framework”.

microsoft-net-framework-logo

Dulu orang-orang menganggap Microsoft indentik dengan “menjual” dan “hanya menjual” produknya. Maka banyak yang beranggapan kalau open source tidak akan ada di produk-produk Microsoft.

Namun pada tahun 2014, ternyata Microsoft mengubah .NET Framework menjadi open source. Hal ini membuat banyak pengguna tercengang.

Tapi apakah kamu tahu fungsi .NET Framework itu untuk apa?

net-framework-cross-platform

.NET Framework pertama kali dirilis pada tahun 2002, yang pada saat itu fungsinya untuk memudahkan para developer mengembangkan aplikasi dengan lebih cepat. Sebagai contoh, misalnya kamu ingin membuat aplikasi keuangan, maka kamu tidak perlu menyusun semua logika awal untuk coding, karena .NET Framework sudah menyediakan banyak logika dasarnya.

Namun pada saat itu kekurangannya adalah kode berbasis .NET Framework baru hanya bisa berjalan pada mesin yang menggunakan .NET Framework Runtime Environment, dan ini baru hanya tersedia di Windows.

Tetapi karena sekarang .NET Framework sudah dijadikan open source, maka sangat memungkinkan untuk digunakan pada platform atau sistem operasi yang berbeda. NET Framework akan bisa diporting ke Linux, Mac, atau sistem operasi lainnya (cross-platform).

Xamarin Studio

Xamarin Studio adalah software IDE (Integrated Development Environment), yang fungsinya dapat digunakan untuk membuat aplikasi Android, iOS, dan Windows.

xamarin

Dengan menggunakan kode bahasa pemrograman C#, para pengembang atau developer aplikasi bisa membuat aplikasi native Android, iOS, atau Windows pada perangkat berbeda. Pengembangan aplikasi dapat dikerjakan pada sistem operasi komputer seperti Windows ataupun Mac OS.

Sebagai informasi, aplikasi native adalah aplikasi yang dibuat berdasarkan bahasa pemrograman spesifik sesuai dengan platform tertentu. Misalnya Android dibuat dengan bahasa pemrograman Java, dan iOS dengan objective-C.

Dengan menggunakan Xamarin, pengembang tidak perlu repot untuk menyiapkan dan berpindah-pindah basis kode bahasa pemrograman hanya untuk menyesuaikan dengan platform yang ingin dibangun.

Xamarin Studio dirilis pada tahun 2011 sebagai proprietary software. Kemudian pada tahun 2016, Xamarin diakuisisi oleh Microsoft dan menjadikannya open source. Xamarin Studio sendiri sempat dihentikan pengembangannya karena sebagian besar fiturnya telah digabungkan ke program IDE milik Microsoft, yaitu Visual Studio.

Visual Studio Code

Visual Studio Code adalah software text editor yang digunakan untuk menulis bahasa pemrograman dan mengedit source code. Software ini mungkin tidak asing bagi kalangan programmer.

Sederhananya, Visual Studio Code itu sejenis dengan software Notepad++, Atom, Brackets, SublimeText, dan lain-lain.

visual-studio-code

Dulunya Visual Studio Code adalah produk dari Microsoft yang berlisensi closed source proprietary yang dirilis pada tahun 2015. Namun setelah mendapat banyak feedback atau masukkan dari pengguna, akhirnya Microsoft memutuskan untuk membukanya, dan menjadikan Visual Studio Code berlisensi open source.

Sebagai informasi, software Visual Studio Code adalah aplikasi terpisah dari Visual Studio.

Software Open Source Adalah Masa Depan

Open source bisa menjadi powerfull karena sifatnya yang terbuka, sehingga siapapun bisa ikut berpartisipasi mengembangkan suatu program secara bersama-sama.

Namun yang perlu diketahui, open source tidak selalu identik dengan “gratis”.

teksnologi-ui

Begitu juga dengan closed source atau proprietary software, tidak selalu identik dengan berbayar. Bisa saja sumber kodenya tertutup dan hanya pembuatnya yang mengetahui, namun kita bisa menikmati hasil karyanya itu secara gratis.

Contohnya bisa ditemukan pada banyak software yang beredar, seperti music player, web browser, dll yang ada di komputer kamu mungkin sebagiannya adalah software dengan lisensi closed source namun kita diperbolehkan untuk menggunakannya secara gratis.

Advertisements

Comments