Macam Jenis Sepeda Balap dan Sepeda Gunung

Pengguna sepeda kian hari semakin bertambah jumlahnya. Hal ini terlihat terutama di saat hari libur atau weekend seperti hari Minggu. Baik tua maupun muda punya semangat kayuhan yang sama. Mungkin karena masyarakat mulai banyak yang sadar akan pentingnya menjaga pola hidup sehat dengan berolahraga.

Jalan-jalan murah yang menyehatkan dengan alat transportasi yang ramah lingkungan

Bersepeda memang menyenangkan. Karena kita bisa berolahraga sekaligus rekreasi. Dengan bersepeda kita bisa mengunjungi tempat-tempat baru yang belum pernah kita ketahui sebelumnya.

Dibandingkan dengan kendaraan atau alat transportasi yang lain, sepeda hingga kini memang tidak hilang termakan perkembangan jaman. Sepeda memang lebih fleksibel, karena bisa diandalkan untuk dibawa ke berbagai medan jalan.

Sepeda menjadi alat transportasi yang ramah bagi lingkungan karena tidak membutuhkan bahan bakar ataupun menghasilkan gas buang yang bisa menjadi polusi pencemaran udara.

Yuk ikutan menjaga pola hidup sehat dengan bersepeda

Mau ikutan menjaga pola hidup sehat dengan bersepeda? Tapi bingung memilih jenis sepeda yang cocok dan sesuai dengan kebutuhan? Tenang, di artikel ini Teksnologi akan memberikan tips dan panduan dalam memilih sepeda. Info ini tentunya berdasarkan pengalaman dari penulis sendiri sebagai goweser yang hingga kini masih aktif dalam dunia persepedahan.

Tips memilih sepeda sesuai dengan kebutuhan

Secara umum, ada 2 jenis sepeda yang paling dikenal saat ini oleh orang awam. Yaitu sepeda gunung dan juga sepeda balap.

Disamping itu, sebenarnya masih ada beberapa sub kategorinya lagi. Namun kami akan bahas mulai dari yang paling sederhana terlebih dahulu supaya lebih mudah dipahami bagi teman-teman yang masih pemula.

Sepeda Balap

sepeda-balap-road-bike

Disebut sepeda balap mungkin karena sepeda jenis ini punya akselerasi yang lebih cepat dari jenis sepeda lainnya. Ciri khas dari sepeda jenis ini adalah ukuran bannya yang kecil dan model stang yang lebih menunduk.

Untuk siapa sepeda ini?

Sepeda ini hanya cocok digunakan di jalanan yang mulus, misalnya seperti aspal di jalan raya ataupun di daerah perkotaan. Jika kamu suka dengan kecepatan, sepeda jenis ini bisa menjadi pilihan.

Jenis-jenis sepeda balap

Di Indonesia, orang sering menyebut sepeda yang memiliki stang menunduk dan ukuran ban yang kecil dengan istilah sepeda balap. Istilah ini memang lebih mengacu pada sepeda jenis Road Bike. Sepeda Road Bike sendiri punya beberapa sub kategori lagi sesuai dengan fungsinya. Secara garis besar, inilah beberapa diantaranya:

  • Road Bike
  • Cyclocross
  • Road Bike Touring
  • Gravel atau Adventure Road Bike
  • Triathlon
  • Fixie

Berikut ini penjelasannya:

Road Bike

contoh-sepeda-balap-road-bike

Jenis sepeda ini didesain khusus untuk kecepatan dan digunakan di jalan mulus seperti aspal. Ciri khas dari road bike yaitu memiliki ukuran ban yang kecil, dan model stang yang membungkuk (drop handlebar).

Sepeda ini punya bobot yang ringan jika dibandingkan dengan jenis sepeda lainnya. Road bike juga sering digunakan dalam ajang balapan bergengsi di dunia. Selain itu, road bike juga sering digunakan di daerah perkotaan bagi mereka yang suka dengan kecepatan.

Cyclocross

cyclocross-road-bike

Dari segi tampilan, jenis sepeda cyclocross sekilas mirip dengan road bike. Namun yang membedakan adalah sepeda ini tidak hanya bisa digunakan di jalan aspal yang mulus, melainkan juga bisa dibawa melewati beberapa kondisi jalan yang berbeda. Misalnya untuk jalanan tidak beraspal, sedikit berbatu, rumput, atau kondisi jalan yang becek. Ukuran ban sepeda cycloross sedikit lebih lebar dari sepeda road bike, guna mendapatkan traksi ban yang lebih baik. Sepeda cyclocross juga diperlombakan untuk ajang balapan.

Road Bike Touring

road-bike-touring

Ini adalah jenis sepeda road bike yang cocok digunakan untuk touring. Sepeda ini tetap didesain untuk berjalan di medan aspal. Akan tetapi lebih kuat dan lebih nyaman untuk perjalanan jarak jauh. Sepeda ini punya beberapa mounting yang dibutuhkan untuk membawa muatan barang, seperti rak cargo, ataupun fender spatbor. Desain framenya sedikit lebih santai, walau stangnya menunduk, tapi punya geometri yang sedikit lebih tegak dari sepeda road bike pada umumnya. Sepeda ini bisa diandalkan sebagai “commuter bike” yang mampu membawa beban lebih berat.

Gravel atau Adventure Road Bike

gravel-road-bike

Jenis road bike yang satu ini mirip dengan cycloross karena menggunakan drop handlebar dan juga ukuran ban yang lebih lebar. Namun sepeda ini punya geometri frame yang lebih panjang dari sepeda cycloross. Selain itu, model rem yang digunakan sudah menggunakan rotor disk brake atau rem cakram.

Sepeda ini masih nyaman digunakan untuk touring dengan jarak yang tidak terlalu jauh. Atau sekedar mengitari jalanan perkotaan.

Triathlon/Time Trial

road-bike-triathlon

Jenis sepeda ini mengedepankan sisi aerodinamika dan kecepatan. Desainnya dirancang khusus untuk tahan melewati terpaan angin supaya bisa melaju lebih cepat.

Model frame dari sepeda ini memang terlihat “gepeng”, lebih unik dan terkesan lebih modern jika dibandingkan dengan sepeda road bike pada umumnya. Sepeda ini digunakan dalam ajang balapan Triathlon. Dan ada regulasi khusus untuk tidak menggunakannya pada ajang balapan road bike biasa.

Fixie

road-bike-fixie

Dari semua model sepeda balap yang sudah disebutkan tadi, sepeda Fixie adalah model yang paling sederhana dan paling mudah perawatannya. Sepeda ini hanya punya 1 gear saja (single gear) dan ketika sepeda ini berjalan, otomatis kaki Anda akan ikut mengayuh selama sepeda terus berjalan. Dan karena mekanismenya menggunakan fixed gear, sepeda ini tidak punya tuas rem. Untuk mengerem, pengendara bisa menahannya melalui pedal. Di Indonesia, sepeda ini banyak digunakan oleh anak-anak gaul di perkotaan untuk bersliweran di jalan aspal.

Sepeda Santai, Casual, dan Sepeda Lainnya

Tadi kita sudah membahas jenis-jenis sepeda road bike. Selanjutnya kita akan membahas jenis-jenis sepeda gunung.

Eitss, tapi sebelum membahas itu, kami ingin membahas terlebih dahulu mengenai jenis-jenis sepeda santai dan jenis sepeda lainnya. Jadi kategori ini kami sisipkan di tengah artikel ini ya. Sepeda gunung akan kita bahas terakhir, karena itu yang menurut kami paling favorit.

Jadi apa saja sih yang termasuk ke dalam kategori sepeda santai dan yang lainnya itu? Simak informasinya berikut ini:

Sepeda Tandem

sepeda-tandem

Sepeda jenis ini didesain untuk digunakan oleh dua orang atau lebih. Keduanya bisa mengayuh sepeda ini secara bersama-sama. Sepeda ini mungkin akan lebih cocok untuk digunakan bersama dengan pasangan Anda. Sepeda tandem sebenarnya juga masuk ke dalam kategori sepeda gunung (mountain bike).

Sepeda Lipat

sepeda-lipat-folding-bike

Sepeda lipat atau dalam istilah bahasa Inggrisnya disebut Folding Bike merupakan jenis sepeda yang frame-nya dapat dilipat. Tujuannya agar mudah untuk dibawa bepergian seperti di kereta, bus, ataupun untuk yang tinggal di apartemen namun tidak punya banyak ruang kosong. Sepeda ini memang praktis, namun karena ukuran frame dan bannya kecil, gaya berkendaranya lebih condong untuk bersepeda santai.

BMX

sepeda-bmx

BMX merupakan singkatan dari Bicycle MotoX atau Bicycle Motocross. Sepeda ini banyak disukai oleh anak-anak, mungkin karena bentuknya yang kecil. Namun disamping itu, BMX juga terkenal digunakan oleh orang dewasa untuk melakukan berbagai trik freestyle. Selain itu, sepeda BMX juga ada versi untuk ajang balapan yang diperlombakan untuk kategori BMX Race.

Sepeda Gunung

sepeda-gunung-mountain-bike

Sepeda gunung yang dalam bahasa Inggrisnya disebut sebagai mountain bike (MTB), adalah sepeda yang didesain untuk bisa melaju di berbagai medan jalan. Sepeda gunung punya rasio mekanisme gear yang bisa membuat kayuhan pedal terasa lebih ringan terutama saat melawati jalan menanjak.

Asyiknya naik sepeda gunung adalah kita bisa lebih dekat dengan alam. Karena sepeda ini bisa dibawa di berbagai medan jalan, menaiki gunung, melewati lembah. Berbeda dengan road bike yang hanya diperuntukan di jalan mulus seperti aspal. Sepeda gunung lebih multifungsi, enak dibawa blusukan, tapi bisa juga dibawa “ngaspal”.

Sepeda gunung itu sendiri mempunyai beberapa tipe dan sub kategori. Diantaranya adalah sebagai berikut:

  • Tipe Hardtail, dan
  • Tipe Full Suspension (Fullsus)

Hardtail

Hardtail berarti sepeda gunung tersebut tidak memiliki suspensi belakang. Biasanya suspensinya hanya ada di bagian depan yang disebut sebagai suspension fork.

Fullsus

Sedangkan Fullsus (Full Suspension) adalah tipe sepeda gunung yang mempunyai suspensi ganda. Yaitu suspensi depan dan suspensi belakang (rear shock).

Sedangkan untuk sub kategorinya, sepeda gunung terbagi lagi jenisnya menjadi:

  • Cross Country
  • All Mountain
  • Freeride
  • Dirt Jumper
  • Downhill
  • Fat Bike

Sepeda Gunung: Cross Country

sepeda-gunung-cross-country

Cross country (XC) adalah jenis sepeda gunung yang paling umum. Sepeda gunung jenis ini didesain untuk bisa melewati medan trail dan off-road yang tidak terlalu ekstrim. Sepeda jenis ini ada yang bertipe hardtail dan juga fullsus. Sepeda jenis ini harganya lebih terjangkau daripada jenis sepeda mountain bike lainnya. Ciri khas sepeda cross country memiliki ukuran travel atau panjang fork depannya berkisar antara 100 mm hingga 120 mm.

Sepeda Gunung: All Mountain

sepeda-gunung-all-mountain-enduro

Sepeda jenis all mountain (AM) bisa dibawa off-road ke medan yang lebih ekstrim. Atau bisa juga dibawa lompat untuk melewati drop gap yang tidak terlalu tinggi. Sepeda ini didesain untuk bisa melibas kondisi alam liar yang beragam di pegunungan. Ukuran travel fork-nya tentu lebih panjang dari sepeda cross country (berkisar antara 140 mm hingga 160 mm), dan juga sepeda ini umumnya sudah bertipe full suspension (punya suspensi di bagian depan dan bagian belakang). Sepeda all mountain sering disebut juga sebagai enduro bike.

Sepeda Gunung: Freeride

sepeda-gunung-freeride

Bisa dibilang, ini adalah jenis sepeda gunung yang paling siap tempur. Mode penggunaan dari sepeda ini bisa mengarah ke aliran downhill, enduro, ataupun dirt jump. Artinya, sepeda ini cukup bisa dibawa menuruni bukit dengan cepat dan lincah, ataupun dibawa melompat dengan kecepatan tinggi. Sepeda ini akan lebih agresif tergantung dengan kreativitas dan riding style penggunanya. Ukuran travel fork sepeda gunung freeride biasanya berkisar antara 180 mm hingga 200 mm.

Sepeda Gunung: Dirt Jumper

sepeda-gunung-dirt-jumper

Ini adalah jenis sepeda gunung yang paling tahan banting. Frame-nya sangat kuat dan kokoh. Sepeda dirt jump (DJ) digunakan untuk melakukan trik atau freestyle saat melompat di udara. Umumnya sepeda dirt jump bertipe hardtail, namun saat ini juga sudah banyak sepeda dirt jump yang menggunakan full suspension.

Sepeda Gunung: Downhill

sepeda-gunung-downhill

Sesuai namanya, sepeda downhill didesain untuk bisa menuruni bukit atau jalur pegunungan dengan kecepatan tinggi. Ciri khas dari sepeda ini adalah memiliki ukuran travel fork yang paling panjang dari jenis sepeda lainnya, umumnya sekitar 200 mm.

Sadel atau jok dari sepeda ini juga dibuat sangat pendek guna menyesuaikan posisi rider untuk lebih condong kebelakang saat menuruni bukit dalam kecepatan tinggi. Sepeda ini juga didesain agar memiliki frame yang kuat dan kokoh seperti halnya sepeda dirt jump.

Sepeda Gunung: Fat Bike

sepeda-gunung-fatbike

Sepeda fat bike didesain untuk melewati jalan bersalju ataupun berpasir. Namun, sepeda ini ternyata juga bisa digunakan untuk trek off-road.

Sepeda fat bike memang tampil paling gagah jika dibandingkan dengan jenis sepeda lainnya. Bahkan, sepeda fat bike terlihat lebih gagah jika dibandingkan dengan motor bebek atau motor sport sekelas 150 cc. Hal ini karena sepeda fat bike memiliki ukuran ban dengan diameter yang besar. Bannya rata-rata memiliki ukuran tapak lebar dengan diameter 3,8 hingga 4 inchi ke atas.

Kamu bisa menjadi pusat perhatian jika menggendarai sepeda ini.

Sepeda Listrik (E-Bike)

sepeda-listrik

Seiring dengan pesatnya perkembangan teknologi yang turut serta merevolusi industri transportasi, saat ini sepeda listrik juga mulai terlihat eksistensinya dalam dunia persepedahan.

Disebut sepeda listrik karena sepeda ini menggunakan baterai sebagai sumber energi penggeraknya. Walau begitu, sepeda listrik masih ramah lingkungan karena tidak menghasilkan gas buang.

Baik sepeda balap maupun sepeda gunung, saat ini keduanya sudah ada versi elektriknya. Baterai yang menjadi sumber energi penggerak, sudah tersemat di dalam frame sepeda.

Sepeda listrik bisa menjadi alternatif untuk meringankan beban kayuhan ketika kita sudah terlalu lelah menempuh perjalanan dengan jarak yang cukup jauh.

Kesimpulan

ayo-hidup-sehat-dengan-bersepeda

Bersepeda adalah salah satu cara paling asik untuk berolahraga. Tidak hanya untuk mengeluarkan keringat, karena dengan bersepeda kita bisa bepergian menelurusi tempat-tempat baru yang belum pernah kita ketahui sebelumnya.

Setiap tempat dan momen yang kita lewati bisa menjadi kenangan tersendiri. Mengunjungi tempat-tempat tertentu dengan destinasi pemandangan alam yang indah juga bisa menjadi hiburan tersendiri untuk menghilangkan stres dari rutinitas pekerjaan.

Sepeda balap (road bike) bisa menjadi pilihan bagi kamu yang suka akan kecepatan. Atau pilihlah sepeda gunung (mountain bike) bagi kamu yang ingin lebih dekat menikmati alam. Atau beli saja keduanya jika memang kamu menyukai keduanya.

Apapun jenis sepedanya, kita perlu menyesuaikannya dengan kebutuhan dan kondisi jalan agar lebih optimal. Dan jangan lupa, gunakan helm dan perlengkapan keamanan lainnya untuk kenyamanan dan keselamatan dalam bersepeda.

Semoga bermanfaat.

Baca Juga: Alat-alat Perlengkapan yang Wajib Dibawa Saat Bersepeda

Leave A Reply

Your email address will not be published.