Main Game Android di Komputer Tanpa Lag dengan Phoenix OS

Saat ini untuk memainkan game Android di komputer PC dapat dilakukan dengan beberapa cara, salah satunya yang sudah cukup populer adalah melalui software emulator Android yang bisa langsung dijalankan di dalam sistem operasi Windows.

Namun sayangnya, memainkan game di emulator Android cenderung akan berjalan lag atau patah-patah jika spesifikasi hardware komputernya rendah.

Main Game Android di Phoenix OS: Lebih Cepat dan Ringan

Untuk menyiasati kekurangan tersebut, solusi alternatifnya adalah menggunakan sistem operasi Android versi komputer, yaitu Phoenix OS.

Phoenix OS adalah sistem operasi Android yang dikembangkan khusus untuk perangkat komputer (PC). Pengembangan Phoenix OS sendiri berbasis pada proyek open source Androidx86, yang dirancang khusus agar bisa berjalan pada processor Intel dan AMD dengan arsitektur 32 bit maupun 64 bit.

Cara Install Phoenix OS di Windows 10

Proses instalasi Phoenix OS sangat mudah dan simple. Kami telah mencobanya di laptop Windows 10 yang hanya punya RAM dengan kapasitas 2 GB saja. Jika kamu tertarik ingin mencobanya juga, silahkan ikuti langkah-langkahnya berikut ini:

1. Download Phoenix OS

Download Phoenix OS melalui website resminya pada halaman berikut: http://www.phoenixos.com/download_x86

2. Pilih Exe Installer For Windows

Setelah halaman download terbuka, scroll ke bawah, kemudian pilih Exe Installer For Windows. (Berdasarkan pengalaman kami, walau tertulis Phoenix OS hanya bisa diinstall di processor Intel, namun kami sudah mencobanya di processor AMD dan dapat berjalan dengan lancar.

Untuk processor AMD, sebaiknya pilih yang versi 32 bit. Kenapa 32 bit? Karena kami sudah mencoba versi 64 bit namun entah kenapa proses instalasi tidak berjalan semestinya (terhenti dan tidak merespon) padahal perangkat laptop tersebut sudah mendukung arsitekur 64 bit. Jadi untuk menghindari masalah tersebut, sebaiknya pilih yang versi 32 bit saja.

3. Install Phoenix OS

Setelah didownload, jalankan Installer Phoenix OS. Klik tombol Install.

phoenix-os-installer

Tentukan lokasi dimana Phoenix OS kamu akan install, terserah boleh di partisi C, boleh juga di D. Intinya pilih drive yang tersedia di komputer kamu. Pastikan drive C atau D punya kapasitas free space hard disk yang cukup. Jika sudah, klik Next.

(Tenang, Phoenix OS tidak akan memformat ataupun menghapus isi hard disk kamu, karena dia akan membuat folder tersendiri seperti pemasangan aplikasi biasa).

install-phoenix-os-on-hard-disk

Pada tahap selanjutnya, kamu tentukan berapa kapasitas yang ingin dialokasikan untuk menginstall Phoenix OS. Jika kamu ingin menginstall banyak game dan aplikasi, sebaiknya pilih setidaknya minimal 8 GB.

Perlu diingat, kapasitas hard disk kamu nantinya akan berkurang 8 GB untuk digunakan sebagai penyimpanan data dari Phoenix OS. Jadi pastikan hard disk kamu punya free space yang cukup.

phoenix-os-data-size-installer

Setelah itu tunggu proses instalasi sampai selesai. Proses instalasi ini memakan waktu beberapa menit. Tapi juga tidak terlalu lama.

phoenix-os-installation-progress

Jika proses instalasi selesai, akan muncul window dialog yang berisi informasi lokasi dimana Phoenix OS telah di-install. Pada contoh ini, kami menginstallnya pada drive D, sehingga lokasi folder instalasi dari Phoenix OS berada di “D:\PhoenixOS”.

phoenix-os-finish-install

Jadi kapanpun kamu ingin mengakses, atau meng-uninstall-nya, cukup buka melalui lokasi folder tersebut.

4. Restart Komputer, Untuk Masuk ke Phoenix OS

Setelah melalui tahap-tahap di atas, sekarang Phoenix OS sudah berhasil di install. Sekarang restart komputer kamu untuk mulai masuk ke Phoenix OS. Nanti secara otomatis pada saat booting akan ada dua pilihan. Pilih Phoenix OS.

phoenix-os-dual-boot-windows10

Tunggu beberapa saat, Phoenix OS sedang mempersiapkan proses setup.

phoenix-os-system-initializing

Selanjutnya akan muncul welcome screen. Klik untuk mengubah bahasa default-nya dari Chinese ke English (United States). Kemudian klik Next.

phoenix-os-welcome-screen

Pada bagian User License Agreement, klik Accept untuk menyetujui ketentuan layanan dari Phoenix OS.

phoenix-os-user-license-agreement

Jika kamu menggunakan WiFi, kamu bisa menghubungkannya dengan jaringan yang tersedia. Namun karena kami menggunakan internet di jaringan LAN, maka tinggal klik Next saja.

phoenix-os-connect-network

Selanjutnya buat nama profil untuk komputer kamu.

phoenix-os-create-user-profile

Jika sudah klik Finish.

Tampilan dari Phoenix OS

Seperti inilah tampilan desktop dari Pheonix OS. Sekilas memang mirip dengan Windows 10 atau beberapa varian Linux modern. Namun sejatinya ini adalah sistem operasi Android yang biasa kita temukan pada perangkat smartphone.

Bedanya, sistem Android di Phoenix OS telah dimodifikasi dan disesuaikan sedemikian rupa supaya cocok digunakan pada perangkat komputer atau Desktop PC.

phoenix-os-interface

Main Game Android di Phoenix OS

Untuk menjalankan berbagai aplikasi dan game, tentunya kita perlu mendownloadnya terlebih dahulu di Playstore.

Caranya: buka start menu, klik tanda titik ke dua, kemudian pilih Playstore.

phoenix-os-start-menu-playstore

Karena baru pertama kali menginstall Phoenix OS, kita perlu login terlebih dahulu ke akun Google. Silahkan login ke akun Google kamu.

phoenix-os-signin-google-account

Setelah berhasil login, maka aplikasi Playstore akan terbuka. Kamu sudah bisa menginstall berbagai aplikasi dan game melalui Playstore.

Berikut beberapa contoh game Android populer yang sudah kami coba dan berjalan mulus di Phoenix OS.

Clash Royale

Tampilan game Clash Royale di Phoenix OS. (Gameplay from TV Royale).

phoenix-os-clash-royale

Clash of Clans

Untuk game COC, tampilannya cukup bagus dan enak dipandang jika masuk ke mode fullscreen.

phoenix-os-clash-of-clans

Mobile Legends

Khusus untuk game yang memerlukan beberapa controller seperti Mobile Legends ini, perlu ada penyesuaikan tombol di keyboard. Karena tombol-tombolnya ditujukan untuk layar sentuh, maka kita harus mengubahnya terlebih dahulu untuk bisa digunakan pada keyboard.

Caranya bisa dilakukan dengan menggunakan Key Mapping yang memang sudah disediakan oleh Phoenix OS.

Coba lihat panah kuning pada gambar di bawah ini, terdapat icon panah putih dibagian kanan. Itu adalah fitur Key Mapping yang muncul ketika sudah diaktifkan sebelumnya.

phoenix-os-mobile-legends

Untuk mengaktifkan fitur Key Mapping pada game, caranya, bisa diatur melalui aplikasi Key Mapping. Buka Start menu > Klik icon titik ke dua > pilih Key Mapping.

phoenix-os-key-mapping

Setelah aplikasi Key Mapping terbuka, klik icon tanda +, dan tambahkan game-nya. Dalam contoh ini, klik icon Mobile Legends untuk mengaktifkan fitur Key Mapping di dalam game.

phoenix-os-add-key-mapping

phoenix-os-add-key-mapping-mobile-legends

Setelah ditambahkan ke Key Mapping, silahkan mainkan game-nya. Pada saat di dalam game, klik icon panah yang ada di bagian kanan atas (lihat gambar sebelumnya di atas yang ditandai dengan panah kuning).

phoenix-os-key-mapping-setting-mobile-legends

Geser tombol ASDW ke panel analog ke kiri bawah. Cocokkan posisinya hingga pas ketika ditekan. Tombol A untuk kiri, W untuk maju, D untuk kanan, dan S untuk mundur.

Lalu geser juga tombol H J K L, ke posisi untuk menyerang dan mengeluarkan skill. Silahkan atur sendiri shortcutnya sesuai keinginan. Untuk menambahkan shortcut klik tombol +Add. Untuk menghapus klik tombol X silang.

Hasilnya, lihat pada gambar berikut:

phoenix-os-mobile-legends-gameplay-key-mapping

Jika sudah diatur, klik tombol Save untuk menyimpan perubahan. Silahkan coba mainkan dengan menggunakan full keyboard.

Akhir Kata

Itulah beberapa langkah untuk memainkan game Android di PC dengan menggunakan Phoenix OS.

Selain Phoenix OS, sebenarnya ada juga sistem operasi pesaing yang serupa, yaitu Remix OS. Namun, saat ditulisnya artikel ini, Phoenix OS selangkah lebih maju dalam pengembangan dan update-nya. Remix OS masih berkutat pada Android Marshmallow, sedangkan Phoenix OS sudah berjalan pada Android 7.1 Nougat.

Langkah-langkah di atas mungkin terlihat rumit dan panjang prosesnya, namun sebenarnya sangat sederhana dan mudah. Hanya saja kami ingin menjelaskannya sedikit lebih detail, jadi kami menggunakan banyak gambar screenshot agar lebih mudah dimengerti bagi pembaca yang ingin mencoba untuk pertama kalinya.

Advertisements

Comments