Apa Itu Web3 Domain? Apa Bedanya dengan .COM dan Top Level Domain Lainnya?

Ngomongin soal domain website, mayoritas pengguna internet umumnya sudah sangat familiar dengan top level domain seperti .COM ataupun ekstensi lainnya seperti .NET, .CO.ID, .ORG, .XYZ, dan sebagainya.

Tidak terkecuali dengan website Teksnologi.com ini yang juga menggunakan ekstensi domain .COM.

Ekstensi domain tersebut mempunyai fungsi sebagai alamat suatu website (URL) agar dapat diakses dengan mudah di internet.

Advertisement

Sebelum teknologi Domain Name System (DNS) ditemukan, untuk mengakses website pengguna masih harus mengetikkan alamat IP Address-nya, misalnya untuk website Google, IP Addressnya adalah 142.251.32.46.

Namun karena penomoran tersebut sulit untuk diingat, belum lagi website baru mulai terus bermunculan, maka dibuatlah alamat domain seperti .COM dan sejenisnya.

Supaya setiap website bisa dikenali dengan alamat yang mudah diingat oleh pengguna.

Nah, saat ini ada lagi domain jenis baru yang menggunakan mekanisme berbeda dari domain tradisional tersebut. Domain terbaru ini disebut dengan nama Web3 Domain.

Domain Web3 Menggunakan Teknologi Blockchain dan Kripto, Sama Seperti Bitcoin dan NFT

Jenis domain generasi terbaru ini disebut dengan Web3 Domain atau domain website 3.0 (website generasi ketiga).

Inti dan tujuan dibentuknya web generasi ke-3 adalah mengedepankan sistem website yang terdesentralisasi (tidak terpusat dan tidak bergantung dengan instansi atau otoritas tertentu), sehingga setiap orang memiliki kuasa penuh atas aset digital yang mereka punya. Dalam hal ini khususnya ada di jaringan Blockchain.

Jadi domain Web3 berbeda dengan domain tradisional seperti .COM yang masih menggunakan teknologi web 2.0. Karena domain web3 ini sudah menggunakan jaringan dari teknologi Blockchain.

Kamu tau teknologi Blockchain?

Itu lho jaringan yang digunakan oleh Bitcoin dan mata uang cryptocurrency lainnya (kalau di Indonesia kita menyebutnya sebagai aset kripto).

Jaringan blockchain adalah jaringan yang tidak terpusat (disebut dengan terdesentralisasi). Artinya ketika suatu data atau informasi dimasukkan ke dalam jaringan Blockchain maka tidak ada satu pihak atau oknum yang bisa mengubahnya sendiri sesuka hati, entah itu mengedit, menghapus ataupun memanipulasinya.

Mengapa demikian? Karena pada dasarnya sistem Blockchain dibentuk atas node-node yang tersebar pada banyak komputer (membentuk rantai block), sehingga ketika ada satu data yang ingin diubah, data tersebut harus dapat disetujui oleh block lainnya yang tersebar di seluruh dunia. Dalam hal ini adalah para miner sebagai validatornya.

Apalagi itu miner? Miner adalah orang yang menjalankan komputernya untuk membantu memvalidasi setiap transaksi yang berjalan di jaringan Blockchain (sistem komputernya memecahkan teka-teki matematika yang rumit).

apa itu mining bitcoin dan cara kerjanya

Memangnya ada yang jadi miner? Banyak, saat ini penambang kripto atau miner tersebar di seluruh dunia, termasuk juga Indonesia. Mulai dari perorangan hingga perusahaan.

Karena dengan menjadi miner, kita bisa mendapatkan imbalan berupa aset kripto yang ditambang oleh sistem komputer. Jadi komputer miner akan menyala terus-menerus 24 jam tanpa henti mirip seperti halnya komputer server.

Namun seiring berjalannya waktu, proses validasi di jaringan Blockchain tidak hanya dengan cara mining saja, tetapi ada metode lain yang lebih fleksibel seperti Proof-of-Stake (PoS) salah satunya.

Baik, kami tidak ingin pembahasan ini terlalu panjang dan melebar, kita kembali ke topik utama, Web3.

Keuntungan Menggunakan Domain Web3

Jadi ketika kamu membeli domain Web3 untuk website kamu, maka kamu lah yang menjadi pengendali penuh atas domain kamu. Tidak ada pihak lain yang bisa mengambilnya atau melakukan take down. Karena domain kamu tersimpan di jaringan Blockchain yang kuncinya kamu sendiri yang pegang.

Sehingga tidak ada yang dapat mengambil domain Web3 kamu secara sepihak selama kamu menjaga baik-baik password wallet kripto kamu.

Lain halnya dengan domain web2 seperti .COM dan sejenisnya. Domain kita bisa saja di take down atau diambil alih oleh otoritas terkait yang mengaturnya dengan alasan tertentu.

Lalu apa lagi kelebihan lain dari domain Web3 ini?

Domain Web3 Bisa Digunakan Sebagai Address Untuk Menerima Aset Kripto

Ketika kita membuat akun di wallet kripto, kita akan mendapatkan address kripto yang cukup panjang dan kompleks. Contohnya seperti ini:

0xbf2fab205a465b993bc7b501d260a1e7736ac2f6

Address kripto kami di atas adalah alamat untuk menerima kripto Ethereum.

Tentunya sangat sulit, bahkan mustahil untuk diingat bagi orang normal.

Nah, di sini lah peran dari domain Web3 digunakan. Address panjang yang bikin pusing tersebut bisa diganti dengan domain web3 yang jauh lebih simple dan mudah dibaca, seperti ini:

teksnologi.wallet

Tentunya jadi lebih mudah untuk diingat dan dikenali addressnya bukan? Jadi kalau kamu mau kirim kripto ETH atau Polygon MATIC ke wallet kami misalnya, maka tinggal kamu masukkan saja address ini “teksnologi.wallet” sebagai tujuan.

Selain ekstensi .wallet, domain Web3 juga tersedia dalam ekstensi lainnya, yaitu:

Advertisement

  • .crypto
  • .nft
  • .x
  • .bitcoin
  • .dao
  • .blockchain
  • Dan lain-lain

Bisa dilihat pada screenshot di atas, kita bisa menambahkan beragam address dari berbagai koin/token kripto dan menggantinya dengan domain Web3.

Sehingga satu domain Web3 bisa digunakan untuk banyak address kripto sekaligus.

Menariknya lagi, kita juga bisa menampilkan foto profil sebagai avatar dan menampilkan info akun media sosial kita agar mudah dikenali.

Domain Web3 Hanya Sekali Bayar Saja, Tidak Ada Biaya Perpanjangan Domain

Nah, ini juga menjadi salah satu kelebihan dari domain Web3, kita bisa memiliki domain Web3 secara permanen atau selamanya hanya dengan sekali bayar. Tidak ada perpanjangan masa aktif domain.

Sekali bayar, akan aktif selamanya dan tercatat di jaringan Blockchain sebagai NFT yang terhubung dengan wallet kita.

Beda halnya dengan domain .COM dan sejenisnya. Umumnya masa aktif domain adalah satu tahun. Kita harus memperpanjang masa aktif domainnya setiap tahun jika ingin terus menggunakannya. Untuk .COM misalnya, dikenakan biaya sekitar Rp150 ribuan per tahun (variatif, tergantung web hosting atau tempat registrar yang kita gunakan).

Domain Web3 Sebagai NFT

Ketika pertama kali kita membeli dan mendaftarkan domain Web3 maka domain kita akan langsung di-minting ke jaringan Blockchain sebagai aset NFT (Non Fungible-token) yang bisa diperjualbelikan.

Itulah kenapa domain Web3 sering disebut juga sebagai NFT Domain.

Oh iya, maksudnya dari minting adalah dicetak atau dimasukkan ke jaringan Blockchain sebagai NFT.

Kalau kamu tau Gozali NFT yang sempat viral karena menjual foto selfienya setiap hari di marketplace NFT, kamu juga bisa melakukan hal yang sama dengan Domain Web3 ini.

Jadi domain Web3 ini akan terhubung dengan wallet kripto kita dan kita bisa menjualnya langsung di berbagai marketplace NFT, salah satunya yang terpopuler adalah OpenSea.io.

Masih Terbatas

Kenapa domain web3 tidak bisa dibuka pada beberapa web browser?

Perlu dipahami, teknologi Web3 ini masih sangat baru, sehingga dukungan untuk web browser pun juga masih sangat terbatas.

Untuk saat ini hanya browser tertentu saja yang bisa mengakses dan membuka website dengan domain Web3. Salah satunya adalah Brave dan Opera, sedangkan untuk Google Chrome dan Firefox membutuhkan extension tambahan seperti Unstoppable Extension yang perlu kita install.

Hal ini karena Web3 menggunakan protocol IPFS (InterPlanetary File System), bukan HTTPS seperti yang digunakan oleh Web2 pada umumnya.

Setting IPFS di Brave Browser

Inilah yang menjadi kekurangan dari Web3 saat ini, belum semua web browser support protocol IPFS yang digunakannya secara default. Sehingga tidak semua website 3.0 bisa dibuka dengan lancar.

Namun demikian, karena teknologi ini masih sangat baru, tentunya harus kita maklumi mengingat pengembangan dan integrasinya masih akan terus dilakukan secara bertahap (in progress).

Bagaimana Cara Mendapatkan Domain Web3?

Untuk platform pembelian domain Web3 berbeda dengan TLD seperti .COM yang bisa dibeli dari penyedia web hosting atau registrar domain pada umumnya.

Untuk domain Web3 kita harus membelinya di platform khusus.

Kita bisa bisa membelinya melalui website Unstoppable Domains.

Harga domainnya sendiri cukup beragam, yang termurah mulai dari $5.

Kita hanya cukup sekali bayar dan domain Web3 akan terus aktif selamanya (one time payment). Jadi enaknya adalah tidak ada biaya perpanjangan domain. Untuk gas fee juga gratis.

Kesimpulan

Singkatnya, domain Web3 bisa digunakan untuk:

  • Pengganti kripto address yang panjang
  • Sebagai URL website
  • Username di Web3 untuk mengakses DApps (Decentralized Apps)
  • Bisa dijual/dibeli sebagai aset NFT di marketplace
  • Domain Web3 menggunakan jaringan Blockchain sama seperti halnya Bitcoin, kripto dan NFT, sehingga kamu lah pemiliknya secara penuh. Oleh karena itu, domain Web3 tidak dapat di-take down oleh instansi atau pihak mana pun karena sistemnya terdesentralisasi.
  • Domain Web3 sangat berbeda dengan Web2 seperti .COM atau sejenisnya karena untuk memiliki domain Web3 kita bisa membelinya dengan sekali bayar saja namun akan terus aktif selamanya (permanen tanpa perlu biaya perpanjangan domain).
Leave A Reply

Your email address will not be published.